PENGENDALIAN PENYAKIT KRESEK (BLB)
Penyakit kresek atau penyakit hawar bakteri daun padi bersifat sistemik dan dapat menginfeksi tanaman pada berbagai stadium pertumbuhan. Gejala penyakit tersebut dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gejala layu (kresek) pada tanaman masih muda atau tanaman dewasa yang rentan, gejala hawar, dan gejala daun kering pucat. Gejala layu yang dikenal dengan kresek umumnya terdapat pada tanaman muda berumur 1-2 minggu setelah tanam. Pada awalnya gejala terdapat pada tepi daun atau bagian daun yang luka berupa garis bercak kebasahan. Bercak tersebut meluas berwarna hijau keabu-abuan, seluruh daun menjadi keriput dan akhirnya layu seperti telah disiram air panas.
Pada
tanaman dewasa atau tanaman muda dari varietas tahan, gejala awal berupa bercak
kebasahan pada satu atau kedua sisi daun beberapa cm dari ujung daun. Bercak
tersebu dapat meluas berwana hijau keabu-abuan, kebasahan, dan agak menggulung
kemudian mengering berwarna abu-abu keputihan. Pada tanaman rentan gejal
tersebut terus berkembang hingga seluruh permukaan daun menjadi mengering dan
kerap kali sampai ke pelepah daun. Pada pagi hari atau udara lembap, eksudat
bakteri tampak di permukaan bercak berupa cairan berwarna kuning. Pada siang
hari eksudat bakteri menjadi bulatan kecil berwarna kuning menempel pada
permukaa daun dan mudah jatuh oleh hembusan angin, gesekan daun, atau percikan
air hujan. Eksudat tersebut merupakan sumber penularan yang efektif.
Di luar musim tanam, bakteri dapat hidup dalam tanah selama 1-3 bulan tergantung pada kelebapan dan keasaman tanah. Bakteri juga dapat bertahan pada jerami tanaman yang terinfeksi dan tanaman inang selain padi, sehingga penularan penyaki dapat terjadi dari musim ke musim. Dilaporkan juga patogen dapat hidup dalam biji sampai beberapa saat, tetapi penularan benih melalui benih jarang terjadi. Bakteri dapat menginfeksi tanaman melalui hidatoda daun, luka pada akar atau bagian tanaman lainnya, tetapi tidak melalui stomata.
Factor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit antara lain kelembapan yang tinggi, hujan disertai angin, dan pemupukan N yang berlebihan.
Untuk
mengendalikan penyakit Kresek dapat dilakukan dengan cara :
1.
Penanaman varietas yang tahan,
seperti Cisadane, Citanduy.
2.
Sanitasi pertanaman terhadap
sisa-sisa tanaman yang sakit.
3.
Jika menggunakan kompos jerami,
pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomosisi secara sempurna.
4.
Gunakan pupuk nitrogen sesuai
anjuran.
5.
Bila diperlukan, lakukan
penyemprotan tanaman dengan bakterisida yang efektif.
6.
Jarak tanam jangan terlalu
rapat.
Komentar
Posting Komentar