PENGENDALIAN PENYAKIT KRESEK (BLB)

Penyakit pada tanaman padi umumnya disebabkan oleh patogen seperi jamur, bakteri, mikroplasma, dan virus.  Penyebaran patogen tersebut memerlukan dukungan factor lingkungan yang cocok dan dapat melalui berbagai pelantara. Penyebaran patogen dapat melalui benih, udara, air, tanah, termasuk pupuk kompos dan sisa tanaman, penularan melalui serangga, dan sebagainya.  Salah satu penyakit yang menyerang pertanaman padi adalah Penyakit Kresek atau BLB (Bacterial Leaf Blight) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae.

Penyakit kresek atau penyakit hawar bakteri daun padi bersifat sistemik dan dapat menginfeksi tanaman pada berbagai stadium pertumbuhan. Gejala penyakit tersebut dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gejala layu (kresek) pada tanaman masih muda atau tanaman dewasa yang rentan, gejala hawar, dan gejala daun kering pucat.  Gejala layu yang dikenal dengan kresek umumnya terdapat pada tanaman muda berumur 1-2 minggu setelah tanam. Pada awalnya gejala terdapat pada tepi daun atau bagian daun yang luka berupa garis bercak kebasahan. Bercak tersebut meluas berwarna hijau keabu-abuan, seluruh daun menjadi keriput dan akhirnya layu seperti telah disiram air panas.

Pada tanaman dewasa atau tanaman muda dari varietas tahan, gejala awal berupa bercak kebasahan pada satu atau kedua sisi daun beberapa cm dari ujung daun. Bercak tersebu dapat meluas berwana hijau keabu-abuan, kebasahan, dan agak menggulung kemudian mengering berwarna abu-abu keputihan. Pada tanaman rentan gejal tersebut terus berkembang hingga seluruh permukaan daun menjadi mengering dan kerap kali sampai ke pelepah daun. Pada pagi hari atau udara lembap, eksudat bakteri tampak di permukaan  bercak  berupa cairan berwarna kuning. Pada siang hari eksudat bakteri menjadi bulatan kecil berwarna kuning menempel pada permukaa daun dan mudah jatuh oleh hembusan angin, gesekan daun, atau percikan air hujan. Eksudat tersebut merupakan sumber penularan yang efektif.

            Di luar musim tanam, bakteri dapat hidup dalam tanah selama 1-3 bulan tergantung pada kelebapan dan keasaman tanah. Bakteri juga dapat bertahan pada jerami tanaman yang terinfeksi dan tanaman inang selain padi, sehingga penularan penyaki dapat terjadi dari musim ke musim. Dilaporkan juga patogen dapat hidup dalam biji sampai beberapa saat, tetapi penularan benih melalui benih jarang terjadi.  Bakteri dapat menginfeksi tanaman melalui hidatoda daun, luka pada akar atau bagian tanaman lainnya, tetapi tidak melalui stomata.

        Factor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit antara lain kelembapan yang tinggi, hujan disertai angin, dan pemupukan N yang berlebihan.

         Untuk mengendalikan penyakit Kresek dapat dilakukan dengan cara :

1.    Penanaman varietas yang tahan, seperti Cisadane, Citanduy.

2.    Sanitasi pertanaman terhadap sisa-sisa tanaman yang sakit.

3.    Jika menggunakan kompos jerami, pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomosisi secara sempurna.

4.    Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran.

5.    Bila diperlukan, lakukan penyemprotan tanaman dengan bakterisida yang efektif.

6.    Jarak tanam jangan terlalu rapat.

Komentar